Hijau, Gerakan Peduli Lingkungan

23 Juni 2008

Sekolah Bersih Hijau dan Sehat

Filed under: Artikel & berita — yayasan hijau gerakan peduli lingkungan @ 12:36 pm

Indonesia adalah negara dengan tingkat kehilangan hutan cukup tinggi, diperkirakan mencapai 1,871 hectare per tahun (2004-2005). Kawasan tangkapan air yang ada di Indonesia dipengaruhi dengan tingkat kehilangan hutan. Tingkat kehilangan air secara nasional adalah 32,18%. Ketersediaan air di Indonesia melingkupi 6% dari total stok air di dunia, sementara total stok air yang disumbangkan dari wilayah Asia Pasifik adalah 21% (KLH, 2003). Sementara isu langkanya air semakin meningkat di negeri ini. Menurut data Departemen Kehutanan, 39 Daerah Aliran Sungai (DAS) di Indonesia dalam keadaan kritis, dimana 42% berada di Jawa dan 25% di Sumatra. Lebih dari 70% penduduk Indonesia menggunakan air yang diambil dari sumber yang kemungkinan besar sudah tercemar.
Akses terhadap air bersih yang terbatas karena tingginya biaya pelayanan dan rendahnya kualitas pelayanan sehingga terjadi peningkatan penggunaan air bawah tanah. Eksploitasi berlebih atas air tanah berpotensi merusak lingkungan, yang menyebabkan menurunnya kualitas dan jumlah air. Cakupan layanan air bersih perpipaan untuk kawasan urban adalah 60% sementara untuk kawasan rural mencapai 15%. Pemerintah membutuhkan dana sekitar Rp60 triliun sampai 2015 untuk meningkatkan kapasitas air minum dari 98.000 m3 menjadi 392.000 m3 per detik guna melayani 80% penduduk. Paling tidak setiap tahunnya harus tersedia dana Rp7,5 triliun untuk mencicil pembangunan fasilitas air minum yang mencapai Rp60 triliun tersebut.
Akses yang terbatas akhirnya hanya dinikmati oleh segelintir orang saja. Dimana air merupakan kebutuhan manusia untuk hidup. Pengelolaan air sangatlah penting untuk melestarikan air. Salah upaya dalam pelestarian adalah melalui jalur sekolah atau pendidikan. Pendidikan pada dasarnya merupakan upaya membekali manusia bisa bertahan hidup juga. Untuk bertahan hidup manusia harus bisa mengenali lingkungan sekitarnya dan harus menggunakan potensi-potensi yang ada untuk kehidupannya dan kelanjutan kelestariannya untuk anak cucu. Pengaruh lingkungan sekitar sangat berpengaruh pada pemikiran dan tingkah laku anak. Kehidupan sehari-hari anak haruslah dikedepankan untuk bekal hidup mereka dari pada pendidikan yang menyajikan impian yang jauh dari kehidupan anak. Inovasi dan kreatifitas untuk menghadapi kehidupan sehari-hari tersebut akan menjadikan anak belajar untuk mengenal diri dan lingkungannya beserta kemampuan untuk hidup.
Penggunaan lingkungan sekitar sebagai media belajar siswa saat ini belum dimaksimalkan. Guru masih terkungkung dalam ruangan kelas, padahal banyak potensi yang ada di lingkungan sekitar yang bisa menjadi bahan ajar untuk siswa. Sumberdaya dalam komunitas lokal meliputi sumberdaya manusia (orang atau masyarakat), tempat-tempat, atau lokasi yang bisa memfasilitasi pencapaian tujuan pendidikan. Pendidikan lingkungan sendiri memberikan peluang untuk sebuah pendidikan atau pengajaran berorientasi komunitas lokal. Penggunaan sumberdaya lokal dapat mempertinggi nilai dan memperluas kurikulum sekolah. Sumberdaya komunitas lokal dapat membantu sekolah dan guru untuk mengajar lebih efektif dengan cara memberikan motivasi kepada siswa, membantu siswa mencapai tujuan pembelajarannya, dan menghubungkan langsung siswa dengan model-model peranan dan situasi “kenyataan hidup”. Dimana dibutuhkan untuk hidup bersih sehat dan nyaman.
Berperilaku hidup bersih dan sehat sebenarnya telah menjadi bagian dari kesadaran masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup. Namun apakah kesadaran ini telah mampu menjadi bagian dari kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari, suatu hal yang masih memerlukan adanya peningkatan kapasitas lebih mendalam. Pemberian pengetahuan dan pembentukan kesadaran tentang perilaku hidup bersih dan sehat dirasa sangat efektif ketika dilakukan semenjak usia dini. Berdasarkan pada kondisi ini implementasi program penyadaran perilaku hidup bersih dan sehat cukup tepat dilakukan pada murid Sekolah Dasar. Di sisi lain peran guru dalam dalam proses belajar mengajar di Sekolah Dasar masihlah dominan. Oleh sebab itu kepala sekolah, guru dan Komite Sekolah akan dilibatkan secara aktif dalam pelaksanaan program penyadaran perilaku hidup bersih dan sehat.
Sekolah sebagai salah satu wadah peningkatan pengetahuan dan kemampuan anak memiliki peran penting dalam menyumbang perubahan yang terjadi di dalam keluarga. Bagaimana menghargai air bersih, memahami pentingnya penghijauan, memanfaatkan fasilitas sanitasi secara tepat serta mengelola sampah menjadi poin tidak terpisahkan dalam upaya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat. Sebagai komponen terkecil dalam masyarakat perubahan yang terjadi dalam keluarga akan memberi pengaruh pada masyarakatnya. Kesadaran masyarakat di daerah hulu sungai terhadap kebersihan, kesehatan dan penghijauan lahan akan menjadi titik awal menguntungkan dalam upaya menjaga kelestarian alam/lingkungan.
Peran serta semua pihak sangat dibutuhkan dalam rangka konservasi dan upaya menjaga kelestarian tersebut. Dibutuhkan dukungan dan kontribusi masyarakat media dalam isu Clean, Green and Hygene (CGH), serta penyebarluasan lebih meluas tentang kesehatan air, peranan masyarakat media sebagai pengawal isu pelestarian. Peran media sangatlah penting disini sebagai penyambung dan penyebarluasan informasi. Penyebaran informasi ini diharapkan dapat merubah perilaku dari peduli ke tindakan. Saat ini, masyarakat media belum banyak yang terlibat dalam penyebarluasan isu tentang CGH dan kesehatan air, dikarenakan keterbatasan akses informasi tentang isu tersebut

About these ads

8 Komentar »

  1. saya ingin sekali mencoba untuk peduli dgn masalah lingkungan,hutan,air dan sebagainya…beberapa karya(ilustrasi) saya bercerita tentang masalah tersebut…silakan mampir di galeri ssaya…jika butuh ilustrasi,anda bisa hubungi ssaya …tengkyu…

    Komentar oleh mark haban — 22 Juli 2008 @ 5:27 am

  2. memang untuk masalah lingkungan ada (sebagian besar)yg masih dalam proses pengerjaan…jadi belum sempat saya posting…

    Komentar oleh mark haban — 22 Juli 2008 @ 5:30 am

  3. informasinya kurang lengkap, karena tidak di lengkapi bahasa inggris.

    Komentar oleh ai,nez,my — 4 Februari 2009 @ 8:44 am

  4. […] Sekolah Bersih Hijau dan Sehat […]

    Ping balik oleh blog gue :: Hello world! :: October :: 2009 — 16 November 2009 @ 5:23 am

  5. oke juga !

    Komentar oleh rudi — 28 November 2009 @ 7:56 am

  6. kurang menarik untuk d bca…. :(

    Komentar oleh nani — 25 Oktober 2011 @ 7:58 am

  7. […] http://yayasanhijau.wordpress.com/2008/06/23/35/ Share this:TwitterFacebookLike this:LikeBe the first to like this post. […]

    Ping balik oleh Sekolah Bersih Hijau Dan Sehat | Indra Setiyawan — 10 Januari 2012 @ 8:55 am

  8. kenapa gak ilustrasinya sekalian dtls dsn?? jd biar tambh menark n gak bosenin. tambah terus artikelnya!

    Komentar oleh fairuz — 26 Juni 2012 @ 9:42 am


Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Shocking Blue Green Theme. Blog di WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: